Eps. 33 – Bisnis Sendiri atau Partneran?

Ingin Dengerin Podcast Ini Langsung Dari Smartphone Anda?
Daftarkan email Anda disini. Kami akan memberikan instruksi lengkapnya.

Powered by Kirim.Email

Ada pertanyaan masuk, Kang sebaiknya kalau saya mulai usaha, itu sendiri atau partneran? Ini pertanyaan dari mas Aladin.

Oke saya jawab, karena temen-temen juga banyak yang bertanya seperti ini. Dan jawaban dari saya adalah terserah dan tergantung.

Bagi anda yang mau main sendirian, ya monggo. Tapi anda harus siap-siap, dengan mikir sendiri, rugi sendiri, dan pusing sendiri. Bagi anda yang cocok berpartner, ya monggo juga.

Bagaimana dengan saya? bagaimana dengan kang Dewa?

Kalau saya pribadi, saya adalah orang yang selalu berpartner. Di bisnis-bisnis saya hampir semuanya saya berpartner.

Kenapa saya selalu berpartner? Jawabannya adalah karena saya punya kekurangan. Dengan berpartner, kekurangan saya tertutupi.

Hal-hal yang harus Anda perhatikan ketikan ingin membuka bisnis dengan berpartner bersama orang lain

Kenali diri sendiri

Yang harus diperhatikan disini adalah Anda harus bisa mengenali diri Anda siapa. Maksud Saya, Anda harus tahu kelebihan dan kekurangan Anda.

Kalau saya, saya punya kelebihan di ide, penulisan, Saya juga orang punya jiwa kompetisi yang sangat tinggi. Maka dari itu Saya menang kontes affiliate 26 kali.

Tapi saya punya kekurangan di bidang membangun relasi dan harmonisasi. Maka dari itu hampir semua partner saya melengkapi saya di bidang yang kurang itu. Ini nomor satu.

Berpartner dengan orang yang tepat

Ketika Anda ingin berpartner bisnis dengan orang lain, maka hal kedua yang perlu Anda perhatikan adalah berpartnerlah dengan orang yang tepat.

Bagaimana kita mengetahui orang itu tepat untuk jadi partner kita?

  • Anda bisa tahu orang itu tepat untuk jadi partner anda dari attitudenya. Dari akhlak dan sikapnya. Jangan pernah berpartner dengan orang yang punya attitude yang buruk. Anda bisa tahu attitude dia buruk dengan cara ajak dia ngobrol, nongkrong bareng. Maka dari situ akan terlihat gaya dia berbicara, gaya dia berpakaian apakah sopan atau buruk. Itu bakal kelihatan.
  • Yang kedua, kita bisa tahu dia partnet yang tepat atau bukan bisa kita lihat dari passionnya. Kalau di punya passion di bagian produksi, jangan tempatkan dia di marketing atau PR. Nanti kacau. Sebaliknya kalau dia hobinya jualan, jangan ditempatkan di produksi. Nanti tersiksa juga, jadi passionnya harus tepat.
  • Ketiga, bisa juga kita lihat dari sisi kompetensi dan skill yang dimiliki oleh partner bisnis kita. Hal ini juga harus diperhatikan.

Faktor Klik

Dan yang penting lainnya ketika Anda ingin berpartner dengan orang lain adalah faktor klik. Faktor klik disini maksudnya adalah chemistry Anda dengan dia klop. Enak rasanya kerjasama. Saling percaya. Nah ini tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Karena faktornya banyak.

Mungkin bisa anda cek portofolionya, anda juga bisa cek sosmednya. Karena anda harus mengasumsikan bahwa bisnis anda akan berjalan untuk selamanya.

Jadi intinya poin-poin diatas harus diperhatikan ketika Anda ingin berpartner bisnis dengan orang lain. Mudah-mudahan bermanfaat.

Jika Anda ingin mendapatkan notifikasi episode dari Mentor Gendeng Podcast, silakan kunjungi https://mentorgendeng.com. Saya akan mengirimkan caranya mendengarkan podcast Mentor Gendeng langsung dari smartphone Anda melalui email.

Selain itu Anda juga bisa bertanya pada saya tentang selling, marketing dan juga bisnis di https://tanya.mentorgendeng.com. Dan jawabannya akan saya bahas di episode Mentor Gendeng Podcast berikutnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *