Eps. 42 – Cara Menarik Pembeli Agar Beli

Ingin Dengerin Podcast Ini Langsung Dari Smartphone Anda?
Daftarkan email Anda disini. Kami akan memberikan instruksi lengkapnya.

Powered by Kirim.Email

3 strategi sakti untuk menyeret orang dari yang tidak kenal Anda, jadi beli produk Anda. Mari bahas topik ini bersama-sama. Anda bisa menghabiskan artikel ini dalam waktu kurang lebih 1 menit. 

Saya sering dapat keluhan seperti ini:

  • kang, kog susah ya membuat orang beli produk saya?
  • kang, ini gimana caranya agar orang beli produk saya diwaktu itu juga?
  • kang, pelanggan saya kog cuma beli sekali nggak balik lagi?

Kalau Anda juga mengalami hal yang sama, baca sampai selesai ilmu daging ini. Keterlaluan banget kalau nggak dibaca! #gubrak

Sering minta gratisan, giliran dikasih malah nggak dibaca. Hadeh… #plak

Cara Menarik Pembeli Agar Beli

Kalau Anda mau mengubah dari orang tadinya nggak kenal Anda, jadi beli, terus beli berulang kali setiap bulannya. Maka Anda harus pelajari 3 ilmu ini.

Marketing

Pertama marketing. Apa itu marketing? Marketing itu intinya, proses membuat orang itu dari nggak kenal Anda jadi minat dan tertarik dengan produk Anda. Kalau istilah bahasa Inggrisnya, marketing adalah proses untuk membuat interest dan demand.

Demand itu maksudnya permintaan pasar. Sedangkan interest adalah rasa ketertarikan ke produk Anda. 

Untuk membuat demand, Anda harus buat campaign. Anda bisa ngiklan di Facebook. Bisa juga ke Instagram.

Selling

Kedua selling. Kalau marketing adalah proses untuk membuat interest dan demand. Sedangkan selling adalah proses memberikan offer kepada orang yang mengklik iklan tadi, supaya mereka beli disaat itu juga.

Atau bisa juga ketika Anda ngiklan, tidak langsung jualan. Melainkan mencari leads. Nah ini tergantung seberapa kreatif Anda mendesain customer journey.

Kadang prospek Anda bilang gini, “Ah… nanti dulu deh belinya…”. Kalau Anda belajar NLP, atau cara kerja otak manusia. Ketika ada orang bilang nanti. Berarti di otak mereka ada prioritas lain, yang mengalahkan urgensitas offer Anda.

Nah tugas Anda di tahap selling adalah, Anda harus membuat offer Anda menjadi prioritas utama, mengalahkan prioritas tadi. Mungkin dia berfikir bahwa beli kulkas itu prioritas utama dia. Tugas Anda adalah menggeser kulkas ini, menjadi prioritas ke sekian, dan membuat offer Anda menjadi prioritas utama.

Mudeng? Atau mubeng?

Branding

Terakhir branding. Branding itu kata Pak Subiakto, membangun awareness. Branding itu proses menanamkan kesan di benak pembeli Anda. Supaya mereka yang statusnya nyoba-nyoba produk Anda, jadi pelanggan tetap.

Maka tugas Anda disini, membuat produk yang ngangenin. Pastikan layanan Anda itu memuaskan.

Contoh yang paling kecil. Kata Pak Subiakto, restoran itu, brandingnya dimulai dari toilet. Bayangkan Anda makan dirumah makan, terus Anda ke toilet mereka, ternyata toilet mereka kotor bin jorok.

Maka Anda otomatis akan bilang, restoran ini kotor kayaknya. Eh ketika Anda ke dapur mereka ternyata benar. Kotornya ga beda jauh. Kira-kira Anda bakal dateng lagi ke restoran ini?

Maka buat produk Anda ngangenin. Layanannya dibenerin. Jangan ngasal. Mungkin segini dulu dari saya, terimakasih sudah membaca sampai akhir.

Jika Anda ingin mendapatkan update terbaru dari Mentor Gendeng Podcast, silakan kunjungi https://mentorgendeng.com. Masukkan alamat email Anda dan saya akan mengirimkan caranya untuk Anda.

Andapun juga bisa bertanya pada saya tentang selling, marketing dan bisnis di https://tanya.mentorgendeng.com. Dan jika Anda jualan di Instagram silakan kunjungi https://belanjabio.com, ada mainan baru untuk Anda di sana.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *