Eps. 49 – Cara supaya Konsisten (Istiqomah)

Ingin Dengerin Podcast Ini Langsung Dari Smartphone Anda?
Daftarkan email Anda disini. Kami akan memberikan instruksi lengkapnya.

Powered by Kirim.Email

Konsisten atau istiqomah adalah hal yang paling sulit dalam menjalankan apapun. Mungkin Anda sedang diet, bisnis, buat konten, dll. Dari semua hal itu yang paling susahnya adalah konsisten. 

Konsisten kunci keberhasilan semua rencana brilliant Anda. Adakah rencana brilliant yang sukses tanpa konsisten? Sama sekali tidak bakal Anda temukan seorang pebisnis seperti itu.

Pebisnis sukses adalah pebisnis yang memiliki attitude yang baik, skill tinggi, dan konsisten dengan apa yang mau dia raih.

Konsisten juga merupakan ajaran Islam yang sangat besar. Tanpa konsisten, orang bisa dalam bahaya di masa akhir hidupnya. Berapa banyak anak muda tadinya konsisten shalat 5 waktu, tapi karena dia diterpa fitnah, maka dia sekarang cuma shalat 1 waktu saja selama seminggu.

Atau seorang pemuda yang tadinya istiqomah menghafal Al-Qur’an, tapi tiba-tiba menjadi salah satu dari komunitas LGBT. Ini sudah pernah ada salah satu Ustadz kita yang menjelaskan. Bahwa tidak menjadi jaminan. Anda hafal Qur’an lalu selamat. Lihat ke YouTube, dijelaskan di majelisnya Ustadz Adi Hidayat, ada pemuda yang hafal Qur’an, tapi karena dia sering melihat foto atau video laki-laki yang menyerupai perempuan, dia akhirnya suka dengan laki-laki.

Hafal Qur’an tidak menjadi jaminan. Konsisten diatas Al-Qur’an dan Sunnah, menjadi hal terberat di agama ini. Di bisnis juga sama.

Bisnis Itu Dimulai Dari Kecil

Ingat kisah Abdurrahman Bin Auf? Beliau pebisnis sejati dari kalangan kaum muslimin. Apa yang beliau lakukan diawal? Beliau datang dari Mekkah ke Madinah hanya bermodal pakaian yang menggantung di tubuh beliau. 

Tapi kenapa bisa menjadi salah satu orang terkaya di Madinah? Pertama beliau istiqomah diatas jalan Allah dan Rasulnya. Kedua beliau punya skill bisnis. Karena saat di Mekkah, beliau sudah terkenal menjadi seorang saudagar atau pedagang ulung dengan harta berlimpah. Tapi saat pindah ke Madinah, Allah tambah lagi nikmat harta ke beliau.

Ketiga beliau orang yang jujur dan tidak khianat. Beliau selalu menepati janji beliau kepada Allah dan juga kepada manusia. Ketika beliau menjanjikan kepada Allah setengah keuntungan beliau dibagi 2. Satu bagian langsung ke jalan Allah, satu bagian lagi beliau nikmati dengan keluarga beliau.

Keempat, semua langkah bisnis beliau diridhai oleh tetangganya dan oleh Allah. Maksudnya begini. Pernahkah datang sebuah atsar kepada Anda mengenai brand Abdurrahman di benak tetangganya.

Tidak ada satupun tetangga beliau yang mengeluh dengan langkah kaki beliau. Semua dari mereka ridha. Tentunya seorang tetangga lebih tahu tentang akhlak dari orang tersebut dibanding orang pasar.

Sebagaimana hadits tentang sebaik-baik dari kalian adalah orang yang paling baik kepada istrinya (kalau tidak salah haditsnya berbunyi seperti itu).

Kita bisa menarik kesimpulan bahwa, yang paling tahu tentang akhlak seseorang adalah orang yang paling dekat dengan dia. Yang paling dekat setelah keluarga dia, ya tetangganya. Semua tetangga beliau merasa makmur bersebelahan rumah dengan beliau.

Sehingga hal ini mendatangkan ridha Allah. Tidaklah beliau berjalan di suatu jalanan, lalu di jalan itu ada batu, dan batu itu dibuka, melainkan pasti dibawahnya ada emas. 

Saking Ridhanya Allah Dengan Beliau Ridhwanullah ‘alaih. 

Pebisnis Wajib Menjadi Singa

Kelima, beliau orang yang berani. Salah satu tolak ukur keberanian dalam Islam adalah Jihad perang di jalan Allah. Apabila Rasulullah memanggil seseorang untuk jihad dijalan Allah, kalau dia seorang mukmin yang Allah tolong hatinya, pastilah tidak keluar dari mulut orang itu, kecuali sami’na wa atha’na (kami dengar kami taat).

Dan tolak ukur ini dibenarkan oleh beliau Khalid Bin Walid. Waktu dimasa akhir-akhir nafas beliau. Beliau menegur dan menghardik dengan keras, orang-orang yang di hatinya ada rasa pengecut dengan pedang. Kurang lebih perkataan beliau seperti ini.

“tidak ada sejengkal pun di tubuhku, kecuali ada bekas luka pedang, tombak, dan panah. tapi lihatlah keadaanku sekarang. aku akan mati diranjangku, sebagaimana hewan mati. maka camkanlah perkataanku ini wahai orang-orang yang penakut.”

Beliau menghardik mereka yang takut mati berperang dijalan Allah dengan kalimat diatas. Dan beliau Abdurrahman Bin Auf adalah mujahid. Beliau hadir diperang Badr. Dan Allah kokohkan kaum muslimin pada masa itu.

Kita bisa mengambil pelajaran darisini. Kalau Anda punya mental tempe, saya sarankan tinggalkan mimpi Anda. Anda tidak akan berhasil. Lupakan aja. Jadi karyawan aja. Tidak pantas orang mental tempe jadi pebisnis. Ngiklan boncos ngeluh. Bikin konten satu bulan ngeluh. Dan keluhan Anda yang lain. Saya sangat memohon kepada Anda, jadi karyawan aja ya 🙂

Kesimpulan

Semua yang Anda lakukan pada saat ini, akan ambruk tanpa istiqomah dan konsisten. Konsisten inti dari keberhasilan. Fokus di progres bukan di kesempurnaan.

Tulis dikomen kalau ada pertanyaan. Jangan lupa dengar episode podcast yang lainnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *