Eps. 48 – Masalah Iklan Facebook & Instagram

Ingin Dengerin Podcast Ini Langsung Dari Smartphone Anda?
Daftarkan email Anda disini. Kami akan memberikan instruksi lengkapnya.

Powered by Kirim.Email

Rasanya sangat susah membangun awareness tanpa ngiklan di Instagram. Eh tapi pas pertama nyoba, malah boncos. Di artikel kali ini, saya akan bahas persoalan yang sering membuat temen-temen pemula mumet. Kang saya coba ngiklan di Instagram, tapi kog boncos ya? Ada tips ga kang?

Baca artikel ini sampai habis. Karena saya akan berikan masukan-masukan dalam masalah ngiklan. Anda bisa menghabiskan artikel ini dalam waktu kurang lebih 1 menit.

Kalau Anda ngiklan, dan iklan Anda boncos. Jangan grusah-grusuh asal ganti strategi. Anda harus analisa terlebih dahulu, Anda salah dimana.

Anda mungkin mengira salah di copywritingnya, bisa jadi di targettingnya yang salah. Anda ingin mengganti sales latter landing page Anda, bisa jadi yang harus diganti adalah CS Anda. Sebagai contoh, kalau kunjungan sedikit, berarti kemungkinan targetting Anda salah. Kalau klik banyak tapi bounce, berarti sales latter Anda bermasalah.

Masalah Iklan Facebook & Instagram

Ada 4 hal yang wajib Anda analisa dalam iklan. 4 hal ini adalah komponen umum yang selalu saya pertimbangkan dalam campaign yang saya buat.

Targetting

Anda harus tahu siapa market Anda. Umurnya berapa, tinggal dimana, interestnya apa, dll. Anda harus riset dulu sebelum ngiklan. Tentukan persona mereka.

Jangan asal ngiklan terus nanti kalau boncos ngadu ke mentor. Padahal mentor udah bilang riset dulu, eh malah ngeyel. Dalam riset market, Anda bisa menentukan persona terlebih dahulu. Setelah ketemu personanya, ajak mereka ngobrol. Tanya ke mereka, apakah mereka punya problem yang ingin Anda selesaikan. Kalau mereka bilang ada, tanya lagi ke mereka. Butuh solusi apa?

Agar produk yang Anda tawarkan ke mereka, adalah produk yang benar. Targetting adalah soal Anda memahami siapa market Anda. Jadi gunakanlah waktu yang cukup lama untuk riset. Kalau Anda tidak riset, dan iklan Anda boncos. Itu artinya Anda sedang memaksakan produk Anda ke orang yang tidak mau produk Anda.

Ads Copy

Copywriting dalam iklan Anda haruslah menangkap perhatian mata target market Anda. Copywriting Anda dalam iklan, bertujuan untuk membuat mereka mau klik. Jadi kalau jumlah klik Anda sedikit, berarti ada 2 kemungkinan. Antara targetting salah, atau copywriting Anda kurang menarik.

Sales Letter

Kalau kunjungan ke landing page Anda banyak sekali, tapi tidak ada yang opt in. Maka offer Anda sucks. Lead magnet Anda jelek sekali. Anda harus buat lead magnet Anda lebih seksi lagi.

Ada dua tipe landing page. Yang pertama landing page yang berfungsi mengumpulkan leads. Dan yang kedua adalah sales landing page. Kalau Anda menggunakan sales landing page, biasanya closingnya ada di WA. Sebagaimana yang kita tahu, masyarakat Indonesia masih suka diclosing lewat WA.

Customer Service

Saat traffic masuk ke landing page Anda, dan banyak yang chat ke WA, tapi closingnya sedikit sekali, berarti kemungkinan besar ada masalah di CS Anda.

Anda harus latih CS Anda lebih cerdas lagi dalam mengclosing prospek Anda. Kan sayang banget, udah masuk chat, tapi karena ketidakcakapan CS Anda, prospek hilang begitu saja. Sebenarnya disini, Anda juga yang salah. Karena tidak bisa mengajari CS Anda cara mengclosing yang benar.

Mungkin ini saja yang bisa saya bagi di artikel ini. Terimakasih sudah membaca sampai akhir. Kalau ada yang kurang jelas, silahkan tinggalkan komentar.

Jika Anda ingin mendapatkan update episode terbaru dari Mentor Gendeng Podcast silakan kunjungi https://mentorgendeng.com dan masukkan alamat email Anda di sana. Saya akan mengirimkan caranya langsung ke email Anda.

Jika Anda juga ingin bertanya pada saya tentang selling, marketing dan juga bisnis, silakan tulis pertanyaan Anda di https://tanya.mentorgendeng.com.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *