Eps. 53 – Pembeli Saya Beli cuma Sekali…

Ingin Dengerin Podcast Ini Langsung Dari Smartphone Anda?
Daftarkan email Anda disini. Kami akan memberikan instruksi lengkapnya.

Powered by Kirim.Email

Apakah Anda tahu kenapa pembeli Anda cuma beli sekali? Itu karena produk Anda tidak sesuai ekspektasi mereka. Atau kalau produk Anda makanan, produk Anda kurang ngangenin.

Mungkin saat launching toko online Anda ramai. Tapi ketika produk Anda mengecewakan atau tidak pas dengan ekspektasi, maka bulan berikutnya akan sepi.

Di industri apa Anda berkecimpung? Karena setiap industri punya kriteria masing-masing produk itu dikatakan bagus. Kalau Anda ada di Industri makanan dan minuman, maka produk Anda harus ngangenin.

Ngangenin itu rasanya susah dilupain. Contohnya ada Zanana, Maechi, Lays, atau makanan ringan lainnya. Untuk minuman ada Hydro, Pocari Sweat, Teh Botol, dan lainnya. Ini produk-produk yang ngangenin. Sehingga pembeli akan repeat order.

Sebab Brand Terjun Payung

Brand adalah kesan yang tertanam di benak pembeli Anda tentang bisnis Anda dan produk Anda. Satu hal yang sering menjadi sebab jatuhnya brand di benak pembeli adalah, produk Anda menjanjikan sesuatu, tapi janji itu tidak bisa ditepati.

Anda punya brand tas misalnya. Anda menjanjikan tas Anda ini anti air. Tapi ketika datang ke tangan konsumen, dan dicoba, ternyata tidak anti air.

Ini akan membuat brand Anda terjun payung dari ketinggian 100 kilometer diatas laut. Saya tidak berlebih-lebihan. Karena ini sangat fatal. Anda menjanjikan sesuatu, tapi Anda tidak bisa menepatinya.

Contoh lagi, Anda jualan pecel. Tapi sebagian sayurnya ada yang basi. Ini brand Anda saya jamin langsung terjun payung. Tidak mungkin pembeli itu beli lagi. Dan dia tidak akan merekomendasikan ke orang lain.

Jatuhnya brand, sebab paling fatal seorang pembeli tidak beli lagi. Karena brand itu sesuatu yang jangka panjang. Kalau brand Anda buruk, maka keburukan brand Anda akan bertahan lama.

Produk Anda Harus Menjadi Problem Solver

Seperti yang Anda ketahui, saya punya brand hijab. Brand hijab saya menyelesaikan masalah aurat. Dan banyak sekali wanita yang tidak mau ribet saat pakai hijab. Tapi walaupun ga mau ribet, mereka tetap mau hijab yang mereka gunakan, adalah hijab syar’i.

Maksudnya hijab yang menutup seluruh aurat. Nah masalah apa yang diselesaikan produk Anda? Monggo dipikirkan dulu.

Ada 3 market yang tidak ada matinya. Wealth, Health, Relationship. Saya sarankan produk Anda masuk salah satu kategori ini. Mungkin Anda punya program investasi, atau Anda punya produk kesehatan, atau mungkin Anda punya produk yang menambah kemesraan antara pasangan suami istri.

List Building Penting Untuk Jangka Panjang Bisnis

Bisnis tanpa list building bukanlah bisnis. Sejatinya dia hanya berdagang. List building adalah Anda mengumpulkan database email dan no hp pembeli Anda.

Kalau ada produk baru, atau sekedar mengingatkan mereka untuk beli produk Anda, maka bisa di broadcast secara masif.

Tapi ketika Anda tidak membangun list, Anda tidak bisa edukasi, Anda tidak bisa mengingatkan, Anda tidak bisa promosi, dan kesusahan lainnya.

List Building bagaikan pondasi sebuah bisnis. Sebuah bisnis itu bangkrut, bukan mereka tidak punya produk yang bagus. Tapi mereka tidak punya cukup pelanggan yang bisa membayar cost bulanan mereka.

Sehingga bisnis mereka collaps.

List Building itu bagaikan sumber uang. Bukankah Anda pernah mendengar atau membaca sebuah pepatah, “money is in your list”. Maksudnya kalau Anda mau dapat uang, maka hubungi database Anda. Tawarkan produk Anda ke mereka. Maka terjadilah transaksi. Sekarang kalau Anda tidak membangun database, gimana Anda bisa menghubungi mereka? Anda tidak punya email mereka, Anda tidak punya WA mereka, dll.

Berhati-hatilah dengan ngirit. Banyak sekali pedagang online pemula yang meremehkan listbuilding. Sehingga saat kondisi krisis seperti sekarang, mereka kebingungan. Pandemi datang, toko mereka sepi. Akhirnya tidak sedikit dari mereka yang gulung karpet.

Kesimpulan

Dalam membangun bisnis, brand adalah inti dari repeat order. Karena brand adalah persepsi, dan sumber promosi mulut ke mulut. Mungkinkah kalau brand Anda jelek, brand Anda akan dipromosikan oleh pembeli Anda? Tidak mungkin.

List Building juga tidak kalah penting. Dia bagaikan pondasi. Saat masa krisis seperti sekarang, orang-orang yang membangun databaselah yang masih bisa bertahan. Orang-orang yang menelantarkan listbuilding mereka kebingungan karena toko mereka sepi.

Dan satu lagi, produk Anda harus ngangenin dan problem solver. Tulis dikomen apabila ada pertanyaan. Dan mari berdiskusi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *